AAL, terdakwa kasus pencurian sandal milik anggota polisi di Palu, Sulawesi Tengah, divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri Palu, Rabu malam kemarin. Meski begitu para hakim tidak mengirim AAL ke penjara tapi memulangkan ke rumah orang tuanya. Ia juga didenda Rp2 ribu sebagai biaya perkara.
Walau tidak dijatuhi penjara lima tahun seperti tuntutan jaksa, namun vonis itu tidak diterima pengacara. Tim kuasa hukum AAL yang dipimpin Elvis Kanuvu langsung mengajukan banding.
"Ini bukan persoalan dihukum atau tidak dihukum. Tapi ini adalah masalah fakta-fakta dalam persidangan. Makanya setelah berembug dengan orangtuanya, kami sepakat untuk banding," kata Elvis Kanuvu kepada
VIVAnews.com, Kamis 5 Januari 2012.
Selain persoalan fakta-fakta dalam persidangan itu, tim kuasa hukum khawatir status AAL yang dinyatakan terbukti melakukan pencurian akan menjadi beban seumur hidup AAL. Padahal, perbuatan itu sama sekali tidak dilakukan AAL. Dasar itulah yang menguatkan tim kuasa hukum langsung banding.
Elvis menegaskan, dalam persidangan marathon dari pagi hingga malam itu banyak hal-hal yang membuktikan bahwa AAL tidak mengambil barang pelapor. Seperti kesaksian dua rekan AAL yang mengungkapkan, jika sandal pelapor yang hilang tidak sesuai dengan sandal yang dituduhkan dicuri.
"Sandal yang dipungut merk Eiger, sedangkan sandal yang dikatakan hilang oleh pelapor itu merk Ando," kata Elvis.
Sebelumnya, Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Saud Usman Nasution menyatakan, kasus pencurian sandal milik anggota Brimob Polda Sulawesi Tengah, Briptu AR terpaksa berlanjut ke persidangan karena pihak orang tua AAL ngotot.
Polisi sebenarnya sudah mengimbau keluarga untuk tidak melanjutkan karena AAL masih di bawah umur. "Orang tua anak tetap bersikeras minta diproses hukum. Kemudian pengacara atas nama Elvis minta dibawa ke pengadilan," kata Saud saat menggelar jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta, Selasa 3 Januari 2012.
Menjelang tahun baru 2012, sebagian besar hotel yang ada di Yogyakarta sudah penuh dengan pesanan. Tak hanya hotel yang berada di kawasan Malioboro yang sudah penuh dengan tamu, hotel di kawasan wisata Pantai Parangtritis juga meraup tamu yang sangat banyak, termasuk yang kelas melati.
Tustiani (37) salah seorang pemilik hotel kelas melati di Kawasan Pantai Parangtritis mengatakan satu pekan menjelang tahun baru
booking hotel sudah melonjak. Khususnya hotel yang melayani wisatawan secara rombongan seperti rombongan wisatawan pelajar.
"Sejak libur semesteran kemarin beberapa hotel sudah penuh, meski mereka kebanyakan untuk transit semata," kata Tustiani, Kamis, 29 Desember 2011.
Menurutnya, wisatawan yang menginap biasanya malam menjelang pergantian tahun hingga siang harinya. Namun jika wisatawan yang sifatnya keluarga bisa menginap 2 hingga 3 hari.
"Untuk yang menginap saat malam tahun baru itu yang membludak," ucapnya.
Kondisi seperti ini banyak dimanfaatkan oleh pemilik hotel untuk menaikkan harga hingga 300 persen dari harga normal.
"Kalau pada hari biasa tarif hotel hanya dalam kisaran Rp 50 ribu hingga Rp 150 ribu maka saat malam tahun baru bisa mencapi 3 kali lipat harganya," ujar Tustiyani yang juga Ketua DPRD Kabupaten Bantul, DIY ini.
Lebih lanjut Tustiani menyatakan, hotel yang berada di kawasan wisata Parangtritis mencapai ratusan. Belum lagi yang berada di wilayah Kecamatan Purwosari, Kabupaten Gunungkidul jumlahnya juga sangat banyak.
"Meski hotel itu lokasinya cukup jauh dari Parangtritis namun tetap diburu karena memang hotel di kawasan Pantai Parangtritis sudah penuh tamu," jelasnya.
Rina, salah seorang pemilik warung di Kawasan Pantai Parangtritis, mengaku terkadang saat tahun baru juga menyewakan kamar di rumahnya untuk wisatawan karena banyak wisatawan yang tidak mendapatkan kamar.
"Hitung-hitung tambah rezeki, toh harganya tidak semahal ketika menyewa kamar di hotel," ujarnya singkat.
Senin 26 Desember 2011, diperingati tujuh tahun tsunami di Samudera Hindia yang menewaskan lebih dari 230.000 orang di Aceh, Thailand, India, dan Sri Lanka.
Ribuan orang memadati sejumlah kompleks kuburan massal di Banda Aceh. Berdoa, berzikir, dan haru mengenang mereka yang telah tiada. Dengan mata basah, Ainul Mardiah (58), salah satu yang selamat, menceritakan, tsunami telah merenggut tujuh keluarganya, orang tua, anak, dan menantu. Telepon dari sang anak sesaat setelah gempa menjadi komunikasi terakhir mereka.
Ada juga Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, yang mengajak masyarakat membangun kesadaraan dan kesiapsiagaan terhadap bencana, bukan larut dalam kesedihan.
Di Padang, ratusan orang mengibarkan bendera sejumlah negara. Bentuk terima kasih pada dunia yang membantu Aceh pulih kembali pasca gempa dan tsunami.
Sementara, seperti dimuat situs
The Nation Thailand, umat lintas agama, Buddha, Kristen, Katolik dan Islam, berkumpul di pemakaman Mai Khao, Phuket, berdoa bersama bagi para korban.
Pada Senin malam pukul 19.00 waktu setempat, diselenggarakan acara penyalaan lilin bertajuk "
Light Up Phuket" di Taman Loma, di pasir Pantai Patong. Untuk menghormati para korban, sejumlah lentera juga dilarung ke laut.
Tsunami yang mengantam sejumlah pantai di Phuket, Phang Nga, Krabi, Phuket, Ranong, Trang dan Satun, menewaskan lebih dari 5.000 orang, penduduk lokal dan turis.
Sementara, seperti dimuat
New Kerala, warga berkumpul untuk memperingati 8.000 nyawa yang melayang akibat tsunami di distrik Chennai, Cuddalore, Nagapattinam, dan Kanyakumari, Sri Lanka.
Penduduk desa nelayan terdiam, mengheningkan cipta, mengenang horor yang terjadi pagi itu. Di pinggiran pantai, ribuan orang melarung bunga. Juga menuangkan susu dan menyalakan lilin di pasir.
Pasca bencana dahsyat itu terjadi, stasiun luar angkasa internasional atau International Space Station (ISS), yang terbang mengelilingi Bumi, berada di 230 mil atau 370,1 kilometer di angkasa, menyaksikan dampaknya yang luar biasa.
Seperti dimuat situs NASA, sepuluh kru yang berada di dalamnya mengabadikan dampak tsunami tersebut.
Para kru mengabadikan gambar Banda Aceh pasca tsunami menerjang.
Gambar di bawah ini adalah kerusakan di Pantai Barat Sumatera. Sekitar 100 mil dari pusat gempa yang menimbulkan tsunami.
Di bawah ini foto Phuket, Thailand pasca tsunami. Di mana sedimen yang terbawa angin terbang melalui awan.
Foto yang diambil dari ISS mengkonfirmasi, tak ada kerusakan berarti akibat tsunami di perairan Pulau Simeulue.
Jelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2012, Gerakan Pemuda Anshor akan bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk mengamankan sejumlah tempat ibadah. Setidaknya 49 gereja di Jakarta akan diamankan oleh para pemuda Nahdlatul Ulama ini.
Meski hingga hari ini belum ada sinyal teror, namun GP Anshor menegaskan pengamanan tetap akan diperkuat di lokasi-lokasi strategis.
"Kami belum bisa pastikan aman 100 persen. Kami berprinsip
early warning, Kami tetap waspada dan akan tempatkan semua jajaran GP Anshor di gereja-gereja," kata Ketua GP Anshor, Nusron Wahid, di kantor Pengurus Pusat GP Anshor, Jakarta, Kamis, 22 Desember 2011.
Nusron mengatakan, jumlah pengamanan yang akan diturunkan di kota besar seperti Jakarta mencapai 500 anggota GP Anshor. Jumlah ini masih akan terus dapat bertambah jika terjadi situasi dan kondisi yang bersifat ancaman.
"Kami berkoordinasi dengan pihak otoritas di gereja-gereja untuk bersama-sama bertanggung jawab untuk menjaga iklim yang kondusif dalam rangka membantu warga menjalani ibadah misa dan Natal," ujar dia.
Nusron menuturkan, pihaknya pun sudah mensinyalir ada beberapa daerah yang sangat sensitif yang harus meningkatkan kewaspadaannya. Daerah itu diantaranya Jabodetabek, Yogyakarta, Solo, Semarang, Bandung, Malang, Jember, dan Surabaya. "Di daerah Bogor kami minta untuk fokus karena ancamannya nyata," ungkapnya.
Kemudian, lanjut Nusron, khusus GKI Yasmin, Bogor, pihaknya akan membuka posko banser di depan gereja itu. "Untuk mengawal jemaat GKI Yasmin tetap beribadat disana, dan itu akan menjadi sorotan," tandasnya.
Sementara dari Yogyakarta dilaporkan Kepolisian Daerah (Polda) setempat akan menerjunkan 1.250 personilnya untuk pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru 2012.
"Kami juga akan mendapatkan bantuan pengamanan dari elemen-elemen masyarakat, TNI sebanyak 2.378 personil,” kata AKBP Any Pudjiastuti, Kabid Humas Polda Daerah Istimewa Yogyakarta.
Untuk pengamanan perayaan natal di berbagai gereja di Yogyakarta, aparat kepolisian akan menggelar upaya sterilisasi 2 jam sebelum perayaan Natal dilaksanakan. Rencananya petugas Gegana Brimob Polda Yogyakarta akan diturunkan untuk memastikan tempat ibadah tersebut aman dari bahan-bahan peledak.
Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Rieke Dyah Pitaloka, telah mendaftarkan diri ke partainya untuk maju sebagai bakal calon gubernur Jawa Barat periode 2013-2018.
Hal itu dikatakan Sekretaris Jenderal PDI-P Tjahjo Kumolo melalui pesan singkat, Selasa (20/12/2011). "Ikutnya Rieke (sebagai bakal calon Gubernur) kami sambut baik," kata Tjahjo.
Ia mengatakan, pihaknya terbuka, baik bagi seluruh kader PDI-P maupun non-kader untuk mencalonkan diri. Nantinya, kata dia, pihaknya akan memilih calon berdasarkan hasil uji kepatutan dan kelayakan serta survei internal.
Tjahjo menilai, Rieke sangat mampu mengemban tugas sebagai kepala daerah jika melihat kinerjanya sebagai anggota DPR, khususnya di Komisi IX. Dengan mendaftarkan diri sebagai bakal calon gubernur, kata dia, Rieke pastinya sudah mengukur kemampuan sendiri.
"Kita tunggu saja mekanisme partai dan hasil survei serta penugasan partai," pungkas Tjahjo.
Seperti dberitakan, Rieke adalah anggota Dewan dari daerah pemilihan Bandung dan Cimahi, Jawa Barat. Selama ini, ia vokal menyoroti masalah buruh dan tenaga kerja Indonesia di luar negeri.
Kementerian Keuangan melacak laporan rekening gendut pegawainya yang dilaporkan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Pegawai yang memiliki rekening ratusan juta rupiah itu dipecat, seperti Gayus Tambunan.
Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan, Sonny Loho, mengatakan, Kementerian Keuangan tengah mencocokkan laporan aliran rekening itu dengan kegiatan yang dilakukan pegawai untuk mengetahui latar belakang persoalan.
"Kami selalu periksa kalau ada informasi aliran rekening yang mencurigakan," kata dia di Kementerian Keuangan, Rabu 21 Desember 2011. "Mungkin dia sedang mengerjakan apa, mungkin dia sedang pengadaan barang dan jasa, atau ada urusan dengan wajib pajak mana.
Nah, itu yang kami periksa."
Sonny menjelaskan, pemeriksaan itu menggunakan alur mundur. Kementerian juga bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk mendapatkan pemeriksaan mendalam. "Kalau ke KPK kan jika kami ingin penyelidikan lebih lanjut," katanya.
Kementerian juga telah memecat tujuh orang, termasuk Gayus Tambunan dan Bahasyim Assyafie, yang kedapatan memiliki rekening gendut. Sementara itu, lima lainnya dalam tahap penyelidikan kepolisian karena masuk ranah hukum.
Kementerian Keuangan sendiri menemukan 33 laporan transaksi keuangan mencurigakan. "Temuan itu berasal dari laporan 86 transaksi keuangan mencurigakan dari PPATK," kata Kepala Biro Humas Kemenkeu, Yudi Pramadi, dalam keterangan tertulis, Selasa.
Dari hasil penyelidikan Kementerian Keuangan, sebanyak delapan laporan telah melalui proses pengumpulan bahan dan keterangan, tetapi belum ditemukan bukti penyimpangan. Sementara itu, sembilan laporan dengan persetujuan PPATK telah diteruskan ke KPK.
Sebanyak 27 laporan kini masih dilakukan pendalaman informasi mengenai kemungkinan penyalahgunaan wewenang yang bersangkutan. Sementara itu, enam laporan diketahui tidak material dan tidak bermasalah. Terdapat juga tiga laporan yang bukan atau tidak terkait dengan pegawai Kemenkeu.
Dugaan penyelewengan dana tak cuma di Kementerian Keuangan. PPATK juga mengungkapkan adanya pensiunan pegawai negeri sipil yang memiliki rekening mencurigakan, jumlah Rp35 miliar. "Ini sudah kami laporkan (ke KPK)," kata Kepala PPATK M Yusuf, di Bogor, Rabu 14 Desember.
Namun, Yusuf enggan menyebut pensiunan PNS yang dimaksud itu. "Tanyakan ke penegak hukum," ujarnya.
Menurut Yusuf, hingga saat itu laporan tersebut belum ditindaklanjuti. Padahal sudah dilaporkan sejak 2007. "Ini satu kasus saja," ujarnya.
Sebelumnya PPATK juga melansir sejumlah PNS muda yang memiliki rekening miliaran rupiah. PPATK menilai ada ketidakwajaran dalam kepemilikan rekening gendut sejumlah pegawai muda tersebut. "Kalau masuk PPATK berarti dana yang di luar kewajaran," kata Wakil Kepala PPATK, Agus Santoso, di Jakarta, Rabu 7 Desember.
Agus menjelaskan, ketidakwajaran itu terlihat dari jumlah uang di dalam rekening itu tidak masuk akal jika dilihat berdasarkan gaji bulanan yang diterima. Sebagai contoh, seorang pegawai yang bergaji satu bulan katakanlah Rp3 juta, kemudian dia dapat tiap bulan Rp10 juta atau Rp25 juta. "Tentu itu tidak wajar. Apalagi kalau dia punya simpanan sampai miliaran," ujarnya.
Bagaimana Modusnya?
Lalu bagaimana modusnya? Menurut Agus, pengumpulan dana mencurigakan itu banyak terjadi di akhir tahun anggaran. Praktik ini banyak dilakukan bendaharawan. "Saya tidak bisa menjelaskan secara spesifik. Misalnya di akhir tahun banyak praktik di kalangan bendaharawan memindahkan uang ke rekening pribadi," ujarnya.
Bagaimana pemindahan uang negara ke rekening pribadi itu bisa dilakukan dengan gampang? Agus menjawab, bahwa pemindahan mudah dilakukan dengan menumpang pada sistem pengelolaan keuangan negara yang berlaku. Misalnya, untuk tahun anggaran 2011, pada 18 Desember masih ada proyek yang berjalan dan proyek baru ada lagi Februari 2012.
"Lalu dari pertengahan Desember sampai Februari bagaimana? Mereka ambil jalan pintas menyiasati sistem dengan cara memindahkan ke rekening pribadi. Kalau dipindahkan ke rekening pribadi kan tetap salah," ujarnya.
"Uang negara dipindahkan ke rekening pribadi itu salahnya
double-double. Dari uang negara ke pribadi itu korupsi. Kedua, bunganya ke mana. Ketiga, kalau dia meninggal kena hukum perdata menjadi warisan."
Meski demikian, Agus enggan menyebut instansi asal 10 PNS muda yang telah dilaporkan ke KPK itu. "Kami tidak bisa memberikan detail yang penting PPATK sudah melontarkan isunya," ujarnya.
Terang saja rekening gendut para PNS ini membuat berang berbagai kalangan. Anggota Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum, Mas Achmad Santosa, misalnya, langsung menduga bahwa rekening miliaran yang dimiliki para PNS muda itu diduga kuat uang hasil korupsi. Rekening itu juga bisa dimasukkan kategori pencucian uang. "Maka itu peran KPK sangat penting," kata Mas Achmad, Sabtu, 10 Desember.
Pria yang akrab disapa Ota ini yakin data yang disampaikan oleh PPATK sangat akurat. Karena itu, lanjutnya, tidak perlu bingung mencari siapa yang dapat menangani kasus itu. Menurutnya, KPK dan PPATK sudah cukup. "Biarkan mereka kerja dulu," ucapnya.
Wakil Menteri Pemberdayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Eko Prasojo menyatakan bahwa kementeriannya akan meneliti kasus PNS muda berrekening miliaran. “Kami akan meneliti dari ranah hukum pidana dan administrasi negara. Untuk soal pidana, akan dilimpahkan ke penegak hukum,” katanya.
Kementerian Keuangan adalah salah satu instansi yang pertama kali menikmati kenaikan renumerasi seiring dengan kebijakan reformasi birokasi. Dengan banyaknya pegawai instansi tersebut yang memiliki rekening gendut, apakah berarti reformasi birokrasi tak efektif?
Mengenai hal ini, tahun lalu Wakil Ketua DPR bidang Kordinasi Ekonomi dan Keuangan Anis Matta, pernah mendesak dilakukannya evaluasi secara menyeluruh terhadap proses reformasi di Kementerian Keuangan menyusul mencuatnya kasus Gayus Tambunan.
Padahal para pegawai kementerian tersebut sudah mendapatkan gaji beberapa kali lipat jauh lebih tinggi dibandingkan pegawai negeri lainnya. "Ongkosnya tidak berbanding lurus dengan hasilnya.
Terlalu mahal tapi tidak efektif," ujar Anis Matta.
Pesawat Sriwijaya Air dari Surabaya menuju Yogyakarta tergelincir saat mendarat di Bandara Adisutjipto. Dua roda pesawat yang mengangkut 131 penumpang itu patah. Namun, tidak ada korban jiwa akibat kecelakaan ini.
Andri, salah seorang penumpang, menceritakan, pesawat ini sebenarnya dari Jakarta untuk menuju Yogyakarta. Pesawat berangkat pukul 13.20, Selasa 20 Desember 2011, dari Jakarta. Namun, pada saat hendak mendarat di Yogyakarta, cuaca buruk.
Pesawat pun hendak dialihkan ke Solo, namun lagi-lagi pesawat tidak dapat mendarat akibat cuaca buruk. Pesawat pun akhirnya dialihkan ke Surabaya. Setelah isi bahan bakar, pesawat kemudian berangkat ke Yogyakarta.
"Sebelum mendarat, tidak ada peringatan apapun dari pilot mengenai kondisi cuaca," ujar Andri.
Dan pada pukul 17.13, pesawat Sriwijaya Air tidak dapat mendarat sempurna akibat cuaca buruk di sekitar Bandara Adisutjipto. Pesawat pun akhirnya tergelincir dan masuk ke sawah. Akibatnya, roda depan dan roda sebelah kanan pesawat patah.
Hingga saat ini, seluruh penumpang sudah dievakuasi ke Bandara Adisutjipto. Proses evakuasi masih terus berlangsung. Dan sampai saat ini pihak bandara masih menutup bandara hingga evakuasi selesai.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengklaim selama 2011 telah menyelamatkan aset negara total senilai Rp152,9 triliun. Jumlah ini berasal dari hasil penindakan dan pencegahan yang dilakukan KPK.
"KPK telah melakukan kegiatan penyelamatan aset kekayaan negara semenjak 2009," kata Busyro Muqoddas di kantor KPK, Jakarta, Kamis 15 Desember 2011.
Menurut Busyro, jumlah tersebut terdiri atas penyelamatan potensi kerugian negara akibat pengalihan hak barang milik negara sebesar Rp532 miliar, dan penyelamatan keuangan negara dan kekayaan negara dari sektor hulu migas sebesar Rp152,4 triliun.
Dari aspek kerugian negara, uang yang berhasil diselamatkan dan masuk ke dalam penerimaan negara bukan pajak (BNPB) sepanjang tahun 2011, menurut Busyro,mencapai sebesar Rp134,6 miliar. "Antara lain berasal dari uang pengganti, uang rampasan, uang sitaan, penjualan hasil lelang TPK dan ongkos perkara," ujarnya.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mempertimbangkan pembantaran penahanan tersangka kasus dugaan suap cek perjalanan,
Nunun Nurbaeti. Artinya, jika perawatan dirasa perlu dilakukan, selama perawatan tidak dihitung masa penahanan.
"Kita tunggu satu hari atau enggak besok. Kalau memang kondisinya tidak bisa memberikan keterangan, kita lakukan pembantaran," kata Juru Bicara KPK, Johan Budi, di Jakarta, Selasa (13/12/2011).
Hingga saat ini, kata Johan, kondisi Nunun masih lemah dan membutuhkan rawat inap. Dokter Rumah Sakit Polri dr Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur dan dokter KPK terus memantau kondisi Nunun.
Johan juga mengatakan, kondisi kesehatan Nunun yang menurun ini dapat menganggu penuntasan kasus dugaan suap cek pelawat yang menjeratnya. Terutama dalam menjerat orang di balik pembelian 480 lembar cek pelawat tersebut.
Seperti diberitakan sebelumnya, Nunun dirawat di RS Polri Kramat Jati sejak Senin (12/12/2011). Di tengah-tengah pemeriksaan di KPK, Nunun mengeluh pening hingga nyaris pingsan kemudian dilarikan ke rumah sakit.
Nunun ditangkap di Thailand pada Rabu (07/12/2011). Kemudian istri mantan Wakil Kepala Polri, Komjen (Purn) Adang Darajatun itu dipulangkan lalu menjalani pemeriksaan administratif dan kesehatan di KPK, Sabtu (10/12/2011).
Penetapan anggota DPR dari Fraksi PAN Wa Ode Nurhayati sebagai tersangka semestinya bisa menjadi jalan masuk untuk membongkar mafia anggaran di DPR. Hal ini juga dapat memicu perbaikan di tubuh DPR dan sistem penganggaran di Indonesia.
Anggota Satgas Pemberantasan Mafia Hukum Mas Achmad Santosa, Sabtu (10/12/2011) di Jakarta, menyampaikan harapan itu. Menurut dia, KPK juga perlu melindungi Wa Ode sebagai justice collaborator (pelaku yang bekerja sama) serta memberinya penghargaan.
"Saya berharap Wa Ode tidak takut dan tidak tanggung-tanggung," ujarnya, usai berbicara dalam Polemik Sindo Radio Network bertajuk "Hari Antikorupsi se-Dunia; Koruptor Makin Kesohor". Hadir narasumber lainnya Koordinator Forum Masyarakat Perduli Parlemen Indonesia (Formappi) Sebastian Salang, Wakil Ketua Komisi III DPR Nasir Jamil, dan Guru Besar Psikologi universitas Indonesia Prof Hamdi Muluk.
Nasir juga sepakat dengan Mas Achmad. Sebab, menurut dia, korupsi tidak mungkin dilakukan hanya oleh satu orang.
Penetapan Wa Ode sebagai tersangka, menurut Sebastian, memang diharapkan untuk memberantas korupsi, bukan untuk membungkam Wa Ode yang kerap nyaring menyuarakan penyimpangan di badan anggaran dan di bagian lainnya. "Bila hanya untuk membungkam Wa Ode, berarti KPK sudah menjadi bagian permainan besar dan pemberantasan korupsi Indonesia dalam bahaya," katanya.
Nunun Nurbaeti,
buronan kasus cek pelawat ke Dewan Perwakilan Rakyat, ditangkap di Bangkok, Thailand. Petang ini, istri politikus Partai Keadilan Sejahtera Adang Daradjatun itu tiba di Indonesia.
"(Informasi) benar itu, sekarang ke KPK saja," kata Kepala Bagian Informasi dan Pemberitaan KPK, Priharsa Nugraha, saat dihubungi
VIVAnews, Sabtu 10 Desember 2011.
Nunun Nurbaeti diduga ditangkap Interpol dari Polisi Kerajaan Thailand. Kemudian Nunun diantar personel polisi dan KPK ke Indonesia dan diperkirakan akan iba di Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 17.40 sore ini.
Nunun ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia 2004 ini pada Mei 2011. Keterlibatan Nunun dalam kasus suap pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia ini beberapa kali disebut dalam persidangan terdakwa Dudhie Makmun cs. Dalam persidangan terungkap bahwa cek pelawat yang diterima Dudhie cs berasal dari Nunun melalui Arie Malangjudo.
Namun, Nunun tak kunjung bisa dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan kasus itu. Bahkan saat beberapa anggota dewan juga duduk di kursi pesakitan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Nunun tak kunjung berhasil ditemukan. Nunun raib setelah beralasan sakit dan berobat ke luar negeri.
Usai penangkapan Abdul Jalil alias Ayub Alias Adul (24), tersangka penusuk juara olimpiade matematika Christopher Melky Tanujaya (16), Polres Jakarta Utara digegerkan kedatangan sejumlah anggota keluarga dan kerabat Abdul, Jumat malam, 9 Desember 2011.
Belasan orang itu tiba sekitar pukul 21.20 WIB. Tujuan kedatangan mereka untuk memastikan Adul dalam kondisi baik-baik saja. Selain itu, mereka juga berniat mempertanyakan penangkapan dan status tersangka Abdul. Menurut mereka, polisi salah tangkap dan Abdul tidak mungkin melakukan perbuatan sadistis seperti yang dituduhkan polisi.
Begitu tiba di Polres, kedua orang tua dan para tetangga Abdul diterima oleh petugas. Mereka lalu diantar dua anggota Provost menuju lantai 4 ruang pemeriksaan Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Utara.
"Kami pertemukan mereka dengan tersangka. Merekapun berbincang panjang lebar, dan tersangka mengakui perbuatannya kepada kedua orangtuanya," kata Kasat Serse Kriminal Polres Jakarta Utara Ajun Komisaris Besar Pol. Irwan Anwar.
Irwan membenarkan sempat terjadi sedikit gejolak di sekitar tempat tinggal tersangka di Jalan Bhakti Gang Wira Bumi RT 7 RW 7 No. 23. Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Keluarga tersangka menyebarkan kabar bahwa polisi salah tangkap. "Bahkan, keluarga bersama warga sempat akan berdemonstrasi ke Polsek Penjaringan," ucap Irwan.
Situasi sempat memanas. Namun, niat warga untuk berdemonstrasi belakangan berubah. Mereka memilih mendatangi Polres Jakarta Utara. Pertemuan keluarga dan warga dengan Abdul berlangsung sekitar satu jam.
Kepada wartawan, Nasir (40), ayah tersangka, menyatakan anaknya memang bersalah. "Awalnya kami memang tidak percaya, tapi setelah ketemu saya merasa puas. Dia mengakui sendiri perbuatannya," kata Nasir dengan langkah gontai menuruni satu demi satu anak tangga dari lantai 4 Gedung Polres Jakarta Utara.
Belasan orang itu pun segera meninggalkan Polres Jakarta Utara. "Yah, dia mengakui semua perbuatannya. Sekarang biar dia merasakan akibatnya."
Masyarakat Anti Korupsi (KMAK) Sulawesi Selatan memberikan hadiah istimewa kepada Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terpilih, Abraham Samad. Pemberian itu berupa badik sepanjang 15 sentimeter.
Seorang bocah kelas 3 Sekolah Dasar, Agus Sutomo, didaulat untuk menyerahkannya. "Ini adalah amanah dari masyarakat Sulsel untuk membersihkan Indonesia dari korupsi," kata dia, sebelum menyerahkan badik tersebut di sela diskusi bertajuk "Energi Baru Pemberantasan Korupsi" di Makassar, Jumat, 9 Desember 2011.
Setelah badik ada di tangannya, Abraham pun mencabut badik dari sarungnya dan mengacungkannya ke udara. "Amanah ini tidak akan saya sia-siakan. Sekali lagi saya katakan siap mewakafkan diri untuk membersihkan Indonesia dari korupsi," katanya dengan lantang.
Abraham menambahkan pemberantasan korupsi di Indonesia butuh komitmen yang tinggi. Komitmen tersebut harus dijadikan semangat untuk memperbaiki nasib bangsa Indonesia menjadi lebih baik. "Indonesia terpuruk karena tingginya korupsi. Jika terlena dan membiarkan korupsi berjalan terus, bangsa ini akan makin tertinggal," kata Abraham. Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama memberantas korupsi.
Mengapa badik? Aktivis KMAK Asmin Amin mengatakan badik adalah senjata tradisional Bugis-Makassar, simbol kejantanan dan keberanian. "Agar Abraham betul-betul serius dan berani menegakkan aturan tanpa pandang bulu," kata dia.
Aktivis KMAK lainnya, Abdul Muthalib, menambahkan masyarakat Sulsel bulat mendukung Abraham dalam memerangi korupsi, dengan catatan dia menunjukkan kinerja yang baik. "Jika tidak, maka kami akan ramai-ramai mencabut dukungan dan akan meminta Abraham mundur," tegas mantan Ketua LBH Makassar ini, Sabtu, 10 Desember 2011.
Para aktivis juga mengancam Abraham bakal melarang dia pulang kampung ke Makassar dan wajib mencukur cambangnya, jika dia gagal mengemban amanat memerangi korupsi.
Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia yang jatuh pada hari ini, Jumat (09/12/2011), diwarnai berbagai aksi demo di sejumlah daerah. Di
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Salah satunya dari
Persatuan Kartunis Indonesia (Pakarti).
Pakarti dengan lima orang perwakilannya mendatangi kantor KPK di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta. Mereka terlihat membawa enam gambar karikatur.
"Kami hanya ingin bersuara lewat gambar," ujar Sekjen Pakarti, Joko Luwarso, kepada wartawan.
Joko menambahkan gambar tersebut akan diserahkan ke KPK. Hal itu sebagai bentuk aksi mereka dalam mendukung kinerja KPK.
Dari gambar yang mereka bawa, salah satunya tampak gambar Abraham Samad, Ketua KPK yang baru terpilih, melawan Gurita yang menggenggam kantong uang. Dalam kondisi itu, Samad pun tampak melawan dengan mengangkat pedang siap menghadang sang Gurita. Di sisi lain, tampak ada tuntutan dari seseorang agar Samad membuktikan janjinya saat menjalani
fit and propert test.
"Ini menggambarkan korupsi yang sudah menggurita," jelas Joko.
Di depan pintu masuk ke kantor KPK, keenam gambar itu diserahkan ke KPK yang diwakili oleh Irsyad, Humas KPK. Setelah itu, para kartunis pun bertolak dari kantor KPK.
Pasangan M Fakih dan Latifah, orangtua Briptu Eko Ristanto yang menjadi tersangka penembak ustad Riyadi Solikin, mengunjungi keluarga almarhum di Desa Sepande, Kecamatan Candi, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (8/12/2011). Mereka menyatakan bela sungkawa dan memohonkan maaf anaknya kepada keluarga almarhum Solikin.
Fakih dan Latifah tak kuasa menahan tangis saat menyalami Ahmad Nur Faiz Maulidin (7), anak kedua almarhum Solikin. Begitu juga saat Muhimmatul Lathoiful Ma’rifah (11), anak pertama Solikin, menyusul bersalaman.
Untuk meredam suasana kesedihan itu, Ketua Gerakan pemuda Ansor Sidoarjo, Agus M Ubaidillah, lalu meminta kedua anak Solikin untuk kembali masuk ruang tengah rumah itu. Seorang kerabat Briptu Eko yang mendampingi Fakih dan Latifah menyatakan kedatangannya untuk berbelangsungkawa. “Sekaligus kami memohon maaf terkait kejadian itu,” ucapnya.
Dia mengaku berniat silaturahmi kepada keluarga almarhum Solikin, dua hari selang kejadian. Namun, niat itu dicegah Kepala Desa Sepande, Ahmad Fauzi. Sedangkan wakil keluarga Solikin, H Khusnan, menjawab bahwa telah menyerahkan sepenuhnya kasus itu pada proses hukum. Namun, dia tetap menghargai kedatangan orang tua Briptu Eko. “Saat ini kami memang sangat berduka sepeninggal Solikin,” tandasnya.
Khusnan menambahkan, Maisaroh (32), istri Solikin, tidak bisa menemui orangtua Briptu Eko karena kondisinya tidak memungkinkan jika ada orang bicara soal suaminya. Sementara, orangtua Briptu Eko juga telah menyatakan maaf saat bertemu anggota Tim Pencari Fakta dan Pendampingan (TPFP) Kematian Solikin di kantor GP Ansor, Jl KH Mukmin, sejam sebelum ke rumah duka.
Menurut Fakih, keluarganya tak menyangka bakal ada kejadian itu. Semula bahkan dia juga sempat tidak percaya dengan kejadian itu. “Saat berangkat kerja, dia selalu mencium tangan ibunya,” ucap polisi berpangkat Ajun Inspektur Satu yang juga anggota Polsek Tanggulangin itu.
Fakih mengaku telah bertemu tiga kali sejak Briptu Eko ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Delta Sidoarjo. Saat bertemu, Briptu Eko mengaku meminta maaf dan menyatakan rasa penyesalannya.
Fakih juga mendorong agar anaknya lebih mendekatkan diri pada Tuhan. Dalam pertemuan itu, orangtua Briptu Eko juga memberikan sejumlah santunan untuk anak-anak almarhum Solikin. Namun, niat itu ditolak dengan halus.
Terkait temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) soal rekening gendut pegawai negeri sipil, Wali Kota Solo Joko Widodo meminta agar hal itu tidak perlu ditutupi.
Fakta itu tidak perlu diperdebatkan panjang lebar, tetapi harus segera diambil langkah perbaikan birokrasi.
Menurut Joko Widodo, sudah saatnya sekarang harus memperbaiki sistem kerja. Perbaikan sistem dilakukan dengan memperbaiki pola perekrutan agar dapat menjaring calon pegawai yang berkompeten.
Sementara pegawai pemerintah yang tidak mau berubah mengikuti sistem baru, bisa diganti dengan yang lain.
"Tidak perlu menutupi hal yang tidak baik. Saya optimistis saja, semua bisa diperbaiki dengan sistem yang baik," tutur Joko Widodo saat ditemui di Kampus Universitas Indonesia (UI) di Depok, Jawa Barat.
Sistem kerja yang dimaksud, didukung dengan perencanaan, organisasi, dan kontrol terus-menerus. "Jadi, semua pegawai harus merasa 'on' semua. Tidak perlu banyak kajian soal perbaikan birokrasi," tuturnya.
Joko Widodo menyebutkan, di Solo, reformasi birokrasi masih belum berjalan total. Saat ini reformasi birokrasi baru berjalan 60 persen.
Anggota Badan Anggaran DPR, Waode Nurhayati, mempertanyakan dirinya dicegah Komisi Pemberantasan Korupsi bepergian ke luar negeri.
Dia juga berharap agar KPK tidak sedang tebang pilih dengan mencekal dirinya. "Apa semua yang sedang diperiksa di KPK dicekal juga," katanya kepada
VIVAnews.com melalui pesan pendeknya, Kamis malam.
Waode kaget dirinya dicegah. Bahkan, ia mengaku mengetahui pencegahan itu dari media, bukan surat resmi dari pihak imigrasi. "Saya dari pagi rapat komisi (VI yang BUMN), ada pemilihan calon anggota Komite BPH Migas. Saya dapat berita (cekal) sekitar jam dua siang dari teman-teman media," ujarnya.
Dia berharap KPK tidak tebang pilih. Menurutnya, bila yang dilakukan KPK itu sesuai dengan aturan, dia akan taat.
"Hanya, saya berharap tidak tebang pilih, adillah dalam menegakkan aturan hukum," ujar mantan aktivis HMI itu. "Saya percaya, KPK akan obyektif dalam melihat persoalan hukum."
"Sambil canda, saya ini selama tugas jadi anggota DPR belum pernah mau ke luar negeri. Prinsip saya, saya ingin keliling Indonesia dulu. Artinya, tanpa dicekal pun saya tidak akan kemana-mana," kata politisi PAN itu.
Sebelumnya, Juru Bicara KPK Johan Budi menjelaskan, pihaknya telah melayangkan surat pencegahan kepada Imigrasi terhadap empat orang pada Rabu, 7 Desember 2011.
Mereka adalah Anggota DPR Wa Ode Nurhayati, Sefa Yulanda, Fat Arafik dan Aris Surahman. Keempatnya dicegah dalam kaitan proses penyelidikan KPK tentang pembahasan anggaran 2010.
Atas pencegahan ke luar negeri itu PAN menyatakan keheranananya. Wakil Ketua Umum PAN Dradjad Wibowo mempertanyakan kenapa kadernya itu dicegah.
"Kita semua masih bertanya-tanya cekal itu karena apa. Kalau terkait kasus Dana Percepatan Infrastruktur Daerah yang dia bongkar, Nurhayati malah sebenarnya whistle blower yang berhak mendapat perlindungan hukum," kata dia.
Seperti diketahui, nama Waode Nurhayati sempat ramai jadi perbincangan setelah menyatakan ada penjahat anggaran dalam sebuah acara dialog di sebuah stasiun televisi swasta.
Pernyataan Waode dalam program itu sempat membuat berang Ketua DPR Marzuki Alie. Marzuki mengadukan Waode ke Badan Kehormatan DPR. BK DPR kemudian memproses, tetapi hingga kini belum ada kesimpulan.
Pedangdut era 1980-an, Vivi Effendy, hari ini resmi menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia. Dia telah mengucapkan sumpah jabatan sebagai anggota DPD pengganti antar-waktu (PAW) untuk daerah pemilihan Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta.
"Ia menggantikan Djan Faridz yang ditunjuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II," kata Kepala Bidang Pemberitaan dan Media Visual Sekretariat Jenderal DPD, Linda Wahyuningrum dalam siaran pers yang diterima
VIVAnews.com.
Vivi Effendy menjadi salah satu peserta pemilihan anggota DPD dalam pemilu 2009 silam. Dia juga tercatat menjadi kandidat dalam pemilihan tahun 2004. Pengucapan sumpah dan penandatanganan berita acara berlangsung di lantai 8 Gedung Nusantara III, Kompleks DPR-MPR, Kamis 8 Desember 2011, dengan dipimpin Ketua DPD, Irman Gusman.
Pengangkatan Vivi sebagai anggota DPD PAW ini didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 63/P Tahun 2011 tertanggal 24 November 2011. "Masa jabatannya terhitung sejak pengucapan sumpah hingga berakhirnya sisa masa jabatan anggota DPD periode 2009-2014 yang digantikannya," kata Linda.
Dengan dilantiknnya Vivi ini, anggota DPD kembali berjumlah 132 orang. Djan Faridz sendiri ditunjuk oleh SBY menggantikan Soeharso Manoarfa sebagai Menteri Perumahan Rakyat dalam reshuffle kabinet beberapa waktu yang lalu. Soeharso mengundurkan diri dari KIB II setelah diterpa isu perceraian dengan sang istri, Carolina binti M Gandhi Kaluku.
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi mengungkapkan bahwa masih ada indikasi kecurangan dalam proses pengangkatan pegawai honorer menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Saat ini, pemerintah masih memberlakukan penghentian sementara perekrutan calon PNS. Menurut Wakil Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi, Eko Prasodjo, penerimaan pegawai honorer mencapai sekitar 67 ribu orang di seluruh instansi pemerintah.
"Saya mendapat laporan mengenai indikasi kecurangan-kecurangan yang terjadi," ujar Eko saat ditemui di kantornya, Jakarta, Rabu 7 Desember 2011.
Eko mengatakan, sebanyak 10 hingga 15 persen dari keseluruhan pengangkatan pegawai honorer terindikasi terlibat proses kecurangan. "Saat ini, yang kami lakukan adalah melakukan verifikasi terhadap kecurangan-kecurangan itu," tuturnya.
Kecurangan ini, Eko menambahkan, sangat disayangkan sebab tingkat kompetensi dari oknum tersebut belum tentu mumpuni. Kejadian tersebut berpotensi menambah beban pemerintah. "Ini menjadi beban negara 10 hingga 15 tahun mendatang," imbuhnya.
Tim identifikasi Polres Jakarta Pusat masih melakukan pemeriksaan di tempat kejadian aksi bakar diri yang dilakukan seorang wanita di depan Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta.
"Saya ada di lokasi kejadian. Korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo," ujar Kapolres Jakarta Pusat, Komisaris Besar Romano Angesta Yoyol, Rabu, 7 Desember 2011.
Dari sejumlah saksi di lapangan, aksi bakar diri wanita yang belum diketahui identitasnya itu langsung dihalau petugas kepolisian yang berada di lokasi.
Belum diketahui secara jelas bagaimana kondisi korban saat ini. Apa yang mendorong aksi nekad wanita itu juga belum diketahui. Dari penelusuran, belum ada data yang masuk terkait korban kasus ini di kamar mayat RSCM.
"Tidak ada jenazah korban bakar diri di kamar mayat. Mungkin masih ditangani UGD," ujar Nursomad.